Modul Prenatal 5 – 4 : Makanan sehat bagi Ibu hamil

Aktivitas yang bisa dilakukan ibu (bersama suami):

Membuat daftar menu untuk sebulan

  1. Perlu makan lebih banyak dari biasanya.

Wanita hamil perlu makan lebih banyak. Mengapa? Karena ia tidak hanya makan untuk dirinya sendiri. Ia makan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang dikandungnya dan untuk menyimpan cadangan vitamin serta mineral yang berguna saat menyusui nantinya. Sebaiknya wanita hamil melakukan cek kandungan secara rutin agar dia tahu apakah dia mengalami penambahan berat badan yang cukup. Kadang-kadang seorang ibu hamil khawatir jika makan terlalu banyak tubuhnya terlalu gemuk, mengalami gangguan kehamilan, dan bayinya terlalu besar.

Apa akibatnya jika seorang ibu hamil makannya terlalu sedikit? Kehamilan dan proses melahirkannya bisa berisiko. Jika berat badan bayi kurang, dia bisa mengalami gangguan kesehatan.

  1. Konsumsi sayur dan buah aneka warna serta variasi makanan

Selama hamil, seorang wanita membutuhkan vitamin dan mineral lebih banyak. Semua itu bisa diperoleh dari aneka sayur dan buah, telur, ikan, susu, kacang-kacangan, biji-bijian, atau daging. Vitamin A dan C dapat diperoleh dari sayuran serta buah berwarna hijau, oranye, kuning. Sebisa mungkin kurangi konsumsi soda dan makanan/minuman yang mengandung tinggi gula.

  1. Konsumi suplemen dan makanan yang tinggi kandungan zat besinya

Ibu hamil membutuhkan banyak zat besi untuk menghasilkan darah baru bagi tubuh dan janinnya yang sedang bertumbuh. Sumber zat besi terbaik bisa diperoleh dari daging merah dan hati. Sumber zat besi lainnya: sayuran hijau, sereal yang sudah mendapat tambahan vitamin. Kurangnya zat besi bisa mengakibatkan anemia sehingga membuat ibu hamil mudah lelah, tubuhnya lemah, dan janinnya mengalami gangguan.

  1. Jaga kebersihan dapur

Ibu hamil perlu tetap sehat, jangan sampai mengalami infeksi sehingga kemasukan parasit atau mengalami diare yang bisa mengganggu kehamilannya. Dapur yang bersih bisa mengurangi timbulnya gangguan kesehatan seperti diare atau infeksi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan seputar makanan dan dapur:

  • Cuci buah dan sayur sebelum dimasak atau dimakan
  • Hindarkan dapur dari binatang
  • Masaklah air untuk minum dan memasak. Simpan air minum dalam wadah tertutup
  • Cuci dan keringkan peralatan makan seperti piring dan sendok
  • Cuci tangan sebelum memasak, sebelum makan, dan setelah dari kamar mandi

Semua wanita hamil sebaiknya tidak merokok dan minum alkohol. Alkohol dan tembakau mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi serta dapat menimbulkan masalah serius seperti ukuran tubuh dan berat badan bayi kurang, serta keguguran.

Sumber gambar : mediskus.com

Modul Prenatal 5 -3 : Hal-hal yang perlu dipersiapkan keluarga & lingkungan saat keadaan darurat

Hal-hal di modul prenatal 5 – 2 perlu diketahui oleh si ibu hamil, keluarga, dan orang-orang di sekitarnya sehingga jika itu terjadi, sang ibu segera mendapat pertolongan. Namun, ada kalanya pertolongan terlambat diberikan. Mengapa?

  • Mereka tidak tahu bahwa itu keadaan darurat—mereka tidak mengenali tanda-tanda bahaya
  • Mereka menunda untuk mencari bantuan. Biasanya itu karena mereka terlalu lama memutuskan apa yang harus dilakukan, ke mana mencari bantuan, siapa yang sebaiknya menemani si ibu, dan siapa yang bisa dimintai bantuan
  • Kurang/tidak memilki dana darurat
  • Pernah mengalami pengalaman yang tidak mengenakkan terkait sistem kesehatan:
  • petugas layanan kesehatan kurang tanggap
  • Kurangnya persediaan dan peralatan
  • Staf medis yang kurang terampil
  • Tenaga medis tidak ada
  • Tidak adanya ambulans (alat transportasi ketika keadaan darurat)

 Apa saja yang sebaiknya perlu dipersiapkan keluarga dan lingkungan dalam menanggapi keadaan darurat:

  • Tahu arah yang dituju ketika terjadi keadaan darurat seperti hal-hal yang disebut di atas
  • Memiliki percencanaan soal transportasi dalam keadaan darurat
  • Punya dana darurat untuk membayar transportasi dan biaya melahirkan
  • Bekerja sama dengan petugas kesehatan yang berwenang dan pemerintah setempat untuk meningkatkan ketersediaan pelayanan kesehatan di masyarakat
  • Jika sang ibu mau melahirkan di rumah, usahakan untuk merencakan menghadirkan bidan atau setidaknya perawat yang sudah terlatih menangani proses kelahiran
  • Jika terjadi kematian atau penyakit yang parah berkaitan dengan kehamilan, cobalah mencari tahu penyebabnya dan menghindari kejadian itu terulang kembali pada kehamilan yang lain

Sumber gambar : online.mufasser.com

Modul Prenatal 5 – 2 : Pengetahuan untuk Ibu hamil & bantuan yang diberikan harus segera diberikan

Apa yang perlu didapat seorang calon ibu ketika sedang pemeriksaan kehamilan

  • Pengetahuan tentang gizi yang tepat
  • Perencanaan keluarga
  • Suplemen zat besi, tablet obat cacing, vaksin tetanus dan tokso.
  • Bagi wanita hamil yang tinggal di daerah endemi malaria, dia perlu diberi obat anti-malaria dan disarankan tidur dengan kelambu.

Seorang wanita hamil bisa mengalami komplikasi tanpa didahului oleh adanya tanda-tanda. Karena itu perlu ada perencanaan transportasi dan klinik kesehatan bila mengalami hal-hal berikut ini:

  • Berat badannya tidak naik (selama kehamilan setidaknya berat badan ibu naik sampai 6 kg)
  • Pucat (anemia), mudah lelah, dan napas terengah-engah
  • Pembengkakan yang tidak biasa pada tangan, kaki, dan wajah
  • Gerakan janin sangat sedikit atau bahkan tidak bergerak sama sekali

Berikan bantuan segera jika seorang wanita hamil mengalami tanda-tanda seperti ini:

  • Flek, bercak darah dari vagina saat hamil, atau mengalami pendarahan yang sangat banyak dan tak kunjung berhenti setelah melahirkan
  • Sakit kepala atau sakit perut parah
  • Rasa mual terus-menerus dan parah
  • Demam tinggi
  • Pecah ketuban sebelum hari perkiraan lahir (HPL)
  • Kejang-kejang
  • Nyeri yang hebat
  • Proses melahirkan yang lama

Sumber gambar : http://www.crececontigo.gob.cl/

Modul Prenatal 5 -1 : Pemeriksaan Kehamilan

Seorang wanita hamil perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin karena bagaimanapun setiap kehamilan itu berisiko. Pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk mendeteksi dan menangani masalah yang tengah dialami sang calon ibu, misalnya anemia dan hipertensi. Di daerah yang banyak kasus HIV, pemeriksaan kesehatan meliputi konseling dan testing. Dulu pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk melihat apakah seorang calon ibu mungkin mengalami komplikasi dan kemungkinan bisa meninggal. Tapi kini pemeriksaan kehamilan diperlukan untuk mendeteksi dan menangani masalah seperti hipertensi yang bisa menimbulkan komplikasi saat hamil dan melahirkan.

Kebanyakan kasus ibu yang meninggal saat melahirkan itu terjadi karena pendarahan hebat, infeksi, hipertensi tinggi, dan persalinan yang terhambat. Komplikasi-komplikasi itu hanya dapat diatasi jika ada fasilitas kesehatan.

Anggota keluarga si ibu hamil perlu dilatih untuk mengenali gejala-gejala yang membahayakan dari komplikasi kehamilan. Mereka perlu tahu ke mana dan bagaimana mencari pertolongan yang tepat. Selain itu, masyarakat juga perlu mendukung serta memiliki persiapan menghadapi keadaan darurat serta tanggap dalam menghadapi komplikasi persalinan. Semua ini meliputi dana darurat, transportasi dalam keadaan darurat, dan mata rantai yang sudah mapan dengan fasilitas kesehatan terdekat.

Sumber gambar : http://medcitynews.com/

Modul Prenatal 4 : Resiko kesehatan bagi Ibu yang terlalu sering hamil & melahirkan

Seorang istri/ibu—dan juga suaminya—perlu benar-benar menyadari bahwa terlalu sering hamil, melahirkan, menyusui, dan merawat anak kecil memberi dampak buruk bagi kesehatannya. Hal-hal tersebut bisa membuat wanita menjadi mudah lelah. Apalagi jika dia hamil lebih dari empat kali dan jarak kehamilannya terlalu dekat. Dia bisa menghadapi risiko kesehatan yang serius seperti misalnya anemia, kekurangan kalsium, dan pendarahan.

Risiko kesehatan lainnya yang bisa dihadapi sang ibu adalah turunnya rahim dan menekan kandung kemih sehingga mengalami masalah ketika buang air kecil. Kejadian seperti ini acapkali menimpa wanita yang sering melahirkan.

Sumber gambar : http://www.crececontigo.gob.cl/

Modul Prenatal 3 : Merencanakan jumlah anak & pengaturan kehamilan

Merencanakan Jumlah Anak

Pasangan suami-istri sebaiknya merencanakan bersama berapa jumlah anak yang mampu mereka asuh dengan baik. Mereka sebaiknya sadar bahwa setelah kehamilan anak keempat, akan meningkatkan tingkat risiko bagi ibu dan bayi.

Jika suami tidak mau tahu soal mengatur jarak kelahiran, istri berhak mendapatkan layanan KB dari petugas kesehatan yang profesional.

Pengaturan Kehamilan

Pasangan suami-istri sebaiknya paham soal metode pengaturan kehamilan secara tradisional dan modern yang aman, terjangkau, nyaman, dan bisa diterima. Dengan demikian mereka bisa merencanakan untuk mulai memiliki anak, berapa banyak, berapa jarak kelahirannya, dan kapan mereka akan berhenti untuk memiliki anak.

Ada berbagai macam alat kontrasepsi. Dari berbagai alat kontrasepsi yang ada, hanya kondom yang bisa mencegah kehamilan serta infeksi yang ditularkan lewat hubungan seks, termasuk HIV.

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama sejak bayi dilahirkan dapat menunda kembalinya kesuburan sang ibu selama kira-kira enam bulan setelah dia melahirkan. Ibu yang memberikan ASI eksklusif kepada anaknya memiliki peluang 98% tidak hamil selama enam bulan dia menyusui. Hal itu berlaku jika selama enam bulan tersebut, dia belum menstruasi kembali, dan bayinya disusui sesuai kebutuhan serta eksklusif—tidak diberi makanan atau minuman lain selain ASI.

Sumber gambar : http://www.crececontigo.gob.cl/

Modul Prenatal 2 : Pentingnya mengatur jarak kelahiran

Demi kesehatan ibu dan anak, pasangan suami-istri sebaiknya mengatur jarak kelahiran anaknya. Setidaknya jarak kelahiran itu dua tahun setelah kelahiran anak yang sebelumnya.

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengatur jarak kelahiran:

  • Seorang wanita yang baru saja keguguran, sebaiknya menunggu sekurang-kurangnya enam bulan sebelum hamil kembali.
  • Perlu waktu sekitar dua tahun bagi tubuh wanita untuk betul-betul pulih dari kehamilan dan melahirkan. Jadi, terlalu besar risikonya jika seorang ibu terlalu sering melahirkan dalam waktu kurang dari dua tahun.
  • Ibu yang terlalu sering hamil dan melahirkan kerap kali tidak punya waktu untuk suami dan dirinya sendiri. Ada banyak hal yang ia kerjakan; mereka selalu kelelahan; tidak punya energi untuk merawat anaknya dengan baik; tidak punya waktu untuk membimbing anaknya belajar; harus menyediakan uang yang cukup banyak untuk memberi makan dan pakaian bagi anak-anaknya. Akibatnya ia tidak punya waktu untuk dirinya sendiri. Ia tidak punya waktu untuk istirahat ataupun mengembangkan diri.
  • Seorang suami/ayah perlu menyadari pentingnya selang waktu dua tahun ini antara kehamilan dan melahirkan bagi istrinya. Mengatur jarak kelahiran juga menguntungkan bagi suami karena dengan begitu dia punya waktu yang cukup untuk bekerja dan mencari nafkah bagi keluarganya. Terlalu banyak anak, apalagi dengan jarak kelahiran yang terlalu dekat menimbulkan beban finansial yang terlalu besar bagi ayah dan ibu.
  • Salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan dan pertumbuhan seorang anak yang usianya kurang dari dua tahun adalah kelahiran adiknya. Mengapa? Karena terlalu singkat waktunya bagi dia untuk mendapatkan ASI dari sang ibu. Ibunya pun akan kekurangan waktu untuk menyiapkan makanan khusus untuk anaknya. Ibu barangkali tidak bisa memberikan perhatian yang dibutuhkan si anak, terutama jika anak itu sakit. Hal ini bisa mengganggu perkembangannya secara fisik dan mental.

Sumber gambar : http://lagenetica.info/

Modul Prenatal 1 : Saat yang tepat untuk hamil & melahirkan bagi wanita

Ketika seorang wanita dan pria menikah, salah satu hal yang diharapkan oleh mereka adalah memiliki anak. Namun, apa yang perlu diperhatikan bagi pasangan suami istri ketika mereka berencana akan memiliki anak?

Saat yang tepat untuk hamil dan melahirkan bagi wanita

Pertama-tama, kita perlu tahu kapan saat yang tepat untuk hamil dan melahirkan. Bagi wanita, hamil dan melahirkan sebelum berumur 18 tahun akan meningkatkan risiko kematian bagi ibu dan bayi yang dikandungnya. Seorang calon ibu yang masih terlalu muda bisa mengalami permasalahan kesehatan seperti melahirkan secara prematur, bayi lahir dengan berat badan kurang dan ukuran tubuhnya terlalu kecil. Saat yang tepat untuk hamil dan melahirkan bagi seorang wanita adalah antara usia 18-35 tahun.

Sebaiknya seorang perempuan yang masih berusia remaja tidak hamil atau memiliki anak terlebih dahulu. Mengapa? Ada konsekuensi sosial yang harus dia tanggung. Ini tidak mudah dan justru merugikan bagi dirinya sendiri. Konsekuensi sosial itu di antaranya adalah: harus meninggalkan bangku sekolah (drop-out), meninggalkan keluarganya, terpaksa kehilangan kesempatan untuk mengisi dan menikmati masa muda bersama teman-temannya.

Begitu pula bagi wanita yang berusia lebih dari 35 tahun, akan menghadapi risiko kesehatan yang lebih tinggi jika hamil dan punya anak di pada usia  itu. Jika di usia 35 tahun seorang wanita sudah pernah hamil empat kali atau lebih, kesehatannya bisa terganggu dan akan merugikan bayi yang dikandungnya. Sebaiknya si ibu tidak melahirkan sendiri di rumah.

Aktivitas yang bisa dilakukan pasangan suami istri:

Menulis surat untuk calon anak mereka

Sumber gambar : http://www2.ljworld.com/

Isi Modul Prenatal

A. Saat tepat untuk hamil

  • Mengatur jarak kelahiran
  • Merencanakan jumlah anak
  • Konsekuensi karena memiliki banyak anak (untuk anak-anak dan ibu)

B. Hal-hal yang perlu diperhatikan selama masa kehamilan

  • Setiap kehamilan itu berisiko
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika kontrol kehamilan
  • Tanda-tanda yang perlu diwaspadai semasa kehamilan
  • Tanda-tanda ketika seorang ibu hamil perlu segera mendapat bantuan
  • Mengapa bantuan terlambat diberikan?
  • Dukungan dan bantuan dari pihak keluarga

C. Konsumsi makanan selama masa kehamilan

  • Konsumsi makanan bergizi
  • Konsumsi makanan yang bervariasi
  • Suplemen zat besi dan makanan yang kaya zat besi bagi ibu hamil
  • Perhatikan kebersihan dapur

D. Relaksasi selama masa kehamilan, merangsang perkembangan bayi, pentingnya mencatatkan kelahiran anak

  • Setiap anak mestinya adalah anak yang diinginkan dan direncanakan
  • Mencatatkan kelahiran bayi pada administrasi negara
  • Pentingnya relaksasi dan istirahat selama masa kehamilan

E. Senam/olahraga selama masa kehamilan

  • Pentingnya olahraga/senam selama masa kehamilan
  • Macam-macam olahraga selama masa kehamilan
  • Kapan seorang ibu hamil mesti berhenti atau menghindari olahraga selama masa kehamilan
  • Semua wanita hami harus menghindari rokok dan alkohol

Parenting Rusun Cipinang Besar Selatan Episode 2, 9 Mei 2015

IMG_3701   IMG_3720

Mba Bening Lara memberikan tips dan praktek langsung mindfullness

IMG_3741  IMG_3746

Plastisitas Otak dan 9 Kecerdasan Majemuk dikupas oleh Mba Efi Juwita

IMG_3767  IMG_3763

Mba Kris, Ibu Lila & Ibu Andyda mendampingi Bunda-bunda berdiskusi

IMG_3753  IMG_3773

Mba Bening siap siaga disamping Bunda2, sdg Bp Hardy bermain dg Si Kecil

IMG_3787  IMG_3783

Bunda Kenny & Bunda Dewi mempresentasikan hasil diskusi kelompok