Tips Berteman untuk Remaja

Resourceful Parenting Indonesia – Jakarta. Ketika anak memasuki usia remaja, salah satu hal paling penting yang mereka butuhkan adalah teman. Namun sayangnya, banyak remaja tidak mempunyai banyak teman, atau bergaul dengan teman-teman yang kurang baik.

Orang tua dapat mengarahkan anak remaja mencari teman dan menghindari teman-teman yang kurang baik dan juga bagaimana menjadi teman yang baik.

Kualitas teman yang baik

  • Jujur

Walaupun seseorang mungkin tidak menceritakan semuanya kepada temannya, ia  mengatakan hal yang sebenarnya. Ketika sesuatu yang kurang baik terjadi, teman yang baik juga mengatakannya dengan jujur.

  • Menarik

Seorang teman seharusnya adalah seseorang yang menarik, seseorang yang menyenangkan ketika bersamanya. Persahabatan sering tumbuh dari minat yang sama atau pandangan yang sama terhadap berbagai hal.

  • Perhatian

Seorang teman yang baik mendengarkan temannya. Ia dapat merasakan apakah temannya sedang sedih, marah, kecewa atau gembira. Ia ikut senang ketika temannya bahagia, sebaiknya ikut sedih ketika temannya kecewa.

  • Suportif

Teman yang baik membangun temannya. Ia tahu apa yang mengganggu temannya dan membantu mengatasi masalah. Ia membantu temannya menjadi dirinya sendiri, tidak berusaha mengubah temannya seperti keinginannya sendiri.

  • Dapat dipercaya

Gunjingan dapat merusak reputasi remaja, bahkan dapat membuatnya dijauhi teman-temannya, walaupun berita itu sering tidak dapat dibuktikan kebenarannya atau sengaja disebarkan untuk merebut teman atau kekasih. Teman yang baik tidak akan bergunjing tentang temannya atau berusaha mencemarkan nama baik temannya.

  • Setia

Teman yang baik tetap mendampingi ketika hal-hal buruk terjadi seperti ketika remaja menghadapi masalah atau melakukan kesalahan.

  • Menerima

Teman yang baik memahami dan tidak berusaha mengubah temannya. Ia dapat menarima kelemahan temannya. Ia juga menerima teman-teman yang lain, tidak berusaha mendominasi temannya

  • Memaafkan

Teman yang baik memaafkan kesalahanmu dan meminta maaf ketika ia melakukan kesalahan

Tidak ada orang yang sempurna, demikian juga tak ada teman yang sempurna. Remaja pun tidak perlu mencari teman yang sempurna, tapi bila seorang teman menyebabkan remaja merasa tidak nyaman misalnya mengajak  melakukan hal-hal yang tidak baik bahkan melanggar hukum, mengancam, memaksakan kehendak atau berusaha menjauhkan dari teman-teman lain, sebaiknya remaja menjauhi teman itu.

Remaja sering tidak mau kehilangan teman, walaupun teman itu bukan teman yang baik. Remaja takut dimusuhi bila meninggalkan temannya, sedangkan ia sendiri merasa tidak sejalan lagi dengan teman itu.

Beberapa tips berikut dapat membantu orang tua mengarahkan anak remaja memilih teman yang baik

  • Berikan kriteria teman yang baik tanpa memaksa atau menggurui
  • Hindari mengkritik teman-teman anak Anda yang kurang baik
  • Ungkapkan bahwa Anda tidak suka anak bergaul dengan anak-anak yang suka terlibat dalam masalah, karena Anda tidak mau anak Anda juga terlibat dalam masalah.
  • Tegaskan nilai-nilai keluarga sedini mungkin
  • Tetapkan aturan yang berlaku dalam keluarga seperti minta ijin sebelum pergi dengan teman, pulang sebelum waktu yang ditetapkan, memberi tahu bila harus pulang terlambat. Libatkan anak ketika membuat aturan dan konsekuensi bila aturan dilanggar.
  • Kenali perubahan perilaku anak. Anak sedang berusaha mengidentifikasi diri pada masa remaja. Perubahan perilaku terjadi seiring proses perkembangan mencari jati diri. Bahkan “pemberontakan kecil” remaja merupakan bagian dari proses perkembangan itu. Kenalilah perubahan yang wajar dan sehat seperti perubahan selera dalam berpakaian, musik dan berbagai hal lain, termasuk pilihan teman-temannya. Waspadai perubahan perilaku yang tidak wajar seperti sering pulang larut malam, pengeluaran besar yang tidak dapat dijelaskan, melanggar aturan rumah, tanda-tanda anak menkonsumsi rokok, minuman keras atau narkoba.

Sumber:

http://teens.webmd.com/features/friendships-make-keep-leave-them

https://middleearthnj.wordpress.com/2011/01/10/how-teens-can-be-and-pick-a-good-friend/

http://www.empoweringparents.com/Is-Your-Child-or-Teen-Hanging-Out-With-the-Wrong-Crowd.php

Meningkatkan Kecerdasan Anak Sebelum Masuk TK

Resourceful Parenting Indonesia – Jakarta. Orang tua mendedikasikan banyak waktu,  energi, dan uang untuk meningkatkan kecerdasan anak. Tapi apa sebenarnya yang harus dilakukan orang tua agar kecerdasan anak dapat ditingkatkan dengan maksimal?

Hasil analisa para peneliti mengungkapkan empat hal efektif yang dapat kita lakukan untuk memberikan awal perkambangan intelektual terbaik sebelum mereka masuk TK.

  1. Suplemen asam lemak tak jenuh rantai panjang (LC-FUFA) untuk ibu hamil dan bayi baru lahir – meningkatkan IQ lebih dari 3,5 poin.

LC-FUFA kaya dengan Omega 3 dan dipercaya merupakan faktor penting pembentukan sel-sel saraf pada prefrontal cortex. Tubuh kita tidak dapat membentuk LC-FUFA sendiri. Asam lemak ini dapat diperoleh ibu hamil dari suplemen dan diperoleh bayi dari susu formula.

Penelitian menunjukkan, anak-anak yang masih sangat muda yang mendapatkan suplemen tersebut selama 8 minggu menunjukkan aktivitas lebih banyak daripada anak-anak yang tidak mendapatkan suplemen.

  1. Kompleksitas kognitif dan lingkungan yang kaya bahasa – meningkatkan IQ lebih dari 7 poin

Pemaparan anak pada aktivitas yang kaya secara kognitif seperti buku, puzzle, dan interaksi verbal yang menarik dapat meningkatkan IQ pada anak-anak kecil lebih dari 7 poin. Aktivitas ini terutama untuk anak-anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu di tempat penitipan anak yang dirancang khusus untuk menyediakan kesempatan ini. Orang tua juga dapat berlatih untuk melakukan aktivitas sejenis di rumah. Namun, tidak semua stimulasi intelektual sama manfaatya. Musik, game komputer tentang kemampuan atensi dan penalaran nonverbal tidak meningkatkan IQ

Seperti kita ketahui, anak kecil mendapat stimulasi perkembangan kognitif ketika orang tua berbicara dengannya. Percakapan di mana orang tua mendorong anak untuk mengingat-ingat atau menceritakan pengalamannya sangat efektif. Dalam sebuah penelitian dengan anak-anak usia 20 bulan, para ibu dilatih untuk memancing anak-anak bercerita dengan pertanyaan-pertanyaan terbuka, mendengarkan dengan baik dan mendorong minat anak. Hasilnya, anak-anak itu mendapat peningkatan IQ hingga 6 poin dibandingkan dengan kelompok pembanding.

  1. Membaca interaktif khususnya sebelum usia 4 tahun meningkatkkan IQ lebih dari 4 poin

Kita sudah tahu bahwa membaca untuk anak dapat meningkatkan perkembangan kognitif mereka.

Analisa menunjukkan bahwa interaksi dalam proses membaca adalah yang paling membantu. Ketika orang tua membantu anak belajar membaca, menanyakan pertanyaan terbuka, ketika orang tua mengikuti minat anak dalam cerita, anak mendapat manfaat. Partisipasi kedua pihak meningkatkan kemampuan membaca yang lebih mendalam.

  1. Bersekolah di prasekolah berkualitas, khususnya prasekolah yang menekankan perkembangan bahasa, meningkatkan IQ lebih dari 7 poin

Memasukkan anak ke prasekolah dapat meningkatkan IQ sebesar 4 poin, tapi prasekolah yang berfokus pada perkembangan bahasa meningkatkan IQ sebesar 7 poin. Program kaya bahasa memaparkan anak pada ide-ide baru, label untuk konsep, dan kesempatan baru untuk memecahkan masalah, semuanya merupakan kemampuan intelektual penting pada usia dini.

Banyak orang tua percaya bahwa makin banyak mereka menstimulasi seorang anak, makin majulah sang anak.  Analisa tadi menunjukkan bahwa lingkungan terbaik untuk anak adalah lingkungan di mana orang dewasa tertarik dan menikmati kehadiran sang anak. Menurut para psikolog, bahwa relasi adalah kendaraan yang mengantarkan kepada perkembangan. Minat orang tua yang tulus menciptakan interaksi kaya bahasa yang dengan sensitif dan penuh kegembiraan mengajarkan banyak tingkat dengan simultan, dan kedekatan fisik dan emosional dan perhatian penuh memberikan rasa aman dan membantu memfokuskan pembelajaran anak.

Panduan Tidur Bayi

Resourceful Parenting Indonesia – Jakarta. Rekomendasi  the American Academy of Pediatrics

The American Academy of Pediatrics (AAP) mengeluarkan Pernyataan

Kebijakan yang berhubungan dengan SIDS dan kematian bayi lain yang berhubungan dengan tidur: Rekomendasi Ekspansi untuk Lingkungan Tidur Bayi yang aman dan Laporan Teknis pada 18 Oktober 2011. Dalam panduan baru ini, AAP memperluas panduan rekomendasi untuk mengurangi risiko terdahulu dengan fokus pada lingkungan tidur yang aman yang dapat mengurangi risiko kematian bayi yang berhubungan dengan tidur termasuk SIDS.

  • Selalu membaringkan bayi telentang tiap kali tidur

Orang tua dan pengasuh dianjurkan membaringkan bayi telentang tiap kali tidur sampai berusia 12 bulan. Ketika  bayi sudah dapat berbalik sendiri dari telentang ke tengkurap dan sebaliknya, orang tua meletakkan bayi telentang, tapi membiarkan bayi mengambil posisi yang disukainya.

  • Dianjurkan menggunakan permukaan yang padat untuk tempat bayi tidur

Dianjurkan menggunakan kasur tempat tidur bayi yang padat dengan kain alas yang terpasang dengan baik. Jangan menidurkan bayi di sofa, kursi, tempat tidur orang dewasa, bantal, beanbag atau kursi mobil, kereta bayi, ayunan, gendongan bayi atau kursi goyang. Bila bayi tertidur di tempat yang tidak aman, segera pindahkan bayi ke atas permukaan yang padat. Gendongan bayi tidak dianjurkan untuk bayi sebelum usia 4 bulan karena risiko kehabisan nafas.

  • Hindarkan mainan lunak dan kain alas yang longgar dari tempat tidur bayi

Jangan letakkan mainan, barang-barang lunak, mainan lunak, alat pengatur posisi bayi atau kain ekstra berada atau menggantung di tepian tempat tidur bayi. tidak dianjurkan menggunakan lapisan untuk mencegah bayi terbentur terpasang pada tempat tidur bayi. sebagai pengganti selimut, gunakan baju tidur yang terdiri dari satu potong atau jaket yang menempel pada tubuh bayi untuk menghangatkan tubuh bayi.

  • Tidurkan bayi di tempat tidur terpisah tapi dalam kamar yang sama dengan Anda tidur

Dianjurkan bayi tidur di ruangan yang sama dengan Anda tapi di tempat tidur terpisah. Letakkan tempat tidur bayi di samping tempat tidur Anda. Anda dapat membawa bayi ke tempat tidur Anda ketika Anda menyusui atau menenangkan bayi tapi letakkan bayi kembali ke tempat tidurnya sendiri ketika sudah tertidur. Bayi sebaiknya tidak tidur sendirian di tempat tidur an orang dewasa atau bersama orang dewasa, bayi atau anak-anak lain

  • Jaga agar bayi tidak kepanasan dan jangan menutup kepala bayi ketika ia tidur.

Area tidur bayi harus berventilasi baik, dengan suhu yang nyaman untuk orang dewasa yang berpakaian ringan. Bib atau baju dengan tali atau penutup kepala sebaiknya dilepaskan dan kepala bayi tidak tertutup. Bila bayi kepanasan ia berkeringat atau dada mereka panas ketika disentuh. Kenakan pakaian bayi hanya satu lapis lebih banyak dari pakaian yang dikenakan orang dewasa.

  • Jangan biarkan orang merokok di dekat bayi.

Jangan merokok di dekat wanita hamil atau bayi. Tak seorang pun boleh merokok di dekat bayi, khususnya di ruangan yang sama, di dalam mobil atau di kamar tidur bayi. Bayi yang terpapar asap rokok menghadapi risiko meninggal karena SIDS. Ibu sebaiknya tidak merokok ketika hamil dan setelah melahirkan.

  • Diajurkan memberikan ASI dan ASI melindungi bayi terhadap SIDS

Bila memungkian, ibu memberikan ASI kepada bayi secara eksklusif selama 6 bulan pertama (tidak memberikan susu formula atau susu yang tidak berasal dari manusia). Pemberian ASI walaupun dalam jangka waktu pendek dapat melindungi bayi dari SIDS

  • Berikan pacifier pada waktu tidur siang dan malam

Gunakan pacifier ketika menidurkan bayi, kecuali bila bayi menolaknya. Jangan memasang tali pada  facifier yang dikalungkan di leher bayi, atau dipasang di pakaian bayi atau obyek lain. Setelah bayi tertidur, tidak perlu memasukkan kembali pacifier ke mulut bayi. bila Anda memberikan ASI, tunggu hingga bayi berumur satu bulan atau sudah terbiasa menyusu sebelum memberikan pacifier

  • Ibu hamil sebaiknya mendapat perawatan prenatal secara teratur. Penelitian menunjukkan perawatan prenatal teratur berhubungan dengan risiko SIDS yang lebih rendah
  • Medical Check up teratur adalah cara terbaik untuk memastikan bayi tumbuh dengan baik dan tidak ada masalah yang akan mempengaruhi kesehatan mereka.
  • Hindari alkohol dan penggunaan obat terlarang selama kehamilan dan setelah melahirkan

Ibu sebaiknya tidak mengkonsumsi alkohol dan obat terlarang selama kehamilan dan setelah bayi lahir. Bayi menghadapi risiko  tinggi SIDS bila tidur bersama orang dewasa yang menggunakan alkohol dan/atau obat terlarang.

  • Bayi sebaiknya mendapat imunisasi dan check up secara teratur

Bukti akhir-akhir ini menunjukkan imunisasi dapat melindungi bayi dari SIDS. Bayi sebaiknya diimunisasi sesuai rekomendari dari  the American Academy of Pediatrics (AAP) and the Centers for Disease Control and Prevention

Modul Prenatal 5 – 4 : Makanan sehat bagi Ibu hamil

Aktivitas yang bisa dilakukan ibu (bersama suami):

Membuat daftar menu untuk sebulan

  1. Perlu makan lebih banyak dari biasanya.

Wanita hamil perlu makan lebih banyak. Mengapa? Karena ia tidak hanya makan untuk dirinya sendiri. Ia makan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang dikandungnya dan untuk menyimpan cadangan vitamin serta mineral yang berguna saat menyusui nantinya. Sebaiknya wanita hamil melakukan cek kandungan secara rutin agar dia tahu apakah dia mengalami penambahan berat badan yang cukup. Kadang-kadang seorang ibu hamil khawatir jika makan terlalu banyak tubuhnya terlalu gemuk, mengalami gangguan kehamilan, dan bayinya terlalu besar.

Apa akibatnya jika seorang ibu hamil makannya terlalu sedikit? Kehamilan dan proses melahirkannya bisa berisiko. Jika berat badan bayi kurang, dia bisa mengalami gangguan kesehatan.

  1. Konsumsi sayur dan buah aneka warna serta variasi makanan

Selama hamil, seorang wanita membutuhkan vitamin dan mineral lebih banyak. Semua itu bisa diperoleh dari aneka sayur dan buah, telur, ikan, susu, kacang-kacangan, biji-bijian, atau daging. Vitamin A dan C dapat diperoleh dari sayuran serta buah berwarna hijau, oranye, kuning. Sebisa mungkin kurangi konsumsi soda dan makanan/minuman yang mengandung tinggi gula.

  1. Konsumi suplemen dan makanan yang tinggi kandungan zat besinya

Ibu hamil membutuhkan banyak zat besi untuk menghasilkan darah baru bagi tubuh dan janinnya yang sedang bertumbuh. Sumber zat besi terbaik bisa diperoleh dari daging merah dan hati. Sumber zat besi lainnya: sayuran hijau, sereal yang sudah mendapat tambahan vitamin. Kurangnya zat besi bisa mengakibatkan anemia sehingga membuat ibu hamil mudah lelah, tubuhnya lemah, dan janinnya mengalami gangguan.

  1. Jaga kebersihan dapur

Ibu hamil perlu tetap sehat, jangan sampai mengalami infeksi sehingga kemasukan parasit atau mengalami diare yang bisa mengganggu kehamilannya. Dapur yang bersih bisa mengurangi timbulnya gangguan kesehatan seperti diare atau infeksi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan seputar makanan dan dapur:

  • Cuci buah dan sayur sebelum dimasak atau dimakan
  • Hindarkan dapur dari binatang
  • Masaklah air untuk minum dan memasak. Simpan air minum dalam wadah tertutup
  • Cuci dan keringkan peralatan makan seperti piring dan sendok
  • Cuci tangan sebelum memasak, sebelum makan, dan setelah dari kamar mandi

Semua wanita hamil sebaiknya tidak merokok dan minum alkohol. Alkohol dan tembakau mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi serta dapat menimbulkan masalah serius seperti ukuran tubuh dan berat badan bayi kurang, serta keguguran.

Sumber gambar : mediskus.com

Modul Prenatal 5 -3 : Hal-hal yang perlu dipersiapkan keluarga & lingkungan saat keadaan darurat

Hal-hal di modul prenatal 5 – 2 perlu diketahui oleh si ibu hamil, keluarga, dan orang-orang di sekitarnya sehingga jika itu terjadi, sang ibu segera mendapat pertolongan. Namun, ada kalanya pertolongan terlambat diberikan. Mengapa?

  • Mereka tidak tahu bahwa itu keadaan darurat—mereka tidak mengenali tanda-tanda bahaya
  • Mereka menunda untuk mencari bantuan. Biasanya itu karena mereka terlalu lama memutuskan apa yang harus dilakukan, ke mana mencari bantuan, siapa yang sebaiknya menemani si ibu, dan siapa yang bisa dimintai bantuan
  • Kurang/tidak memilki dana darurat
  • Pernah mengalami pengalaman yang tidak mengenakkan terkait sistem kesehatan:
  • petugas layanan kesehatan kurang tanggap
  • Kurangnya persediaan dan peralatan
  • Staf medis yang kurang terampil
  • Tenaga medis tidak ada
  • Tidak adanya ambulans (alat transportasi ketika keadaan darurat)

 Apa saja yang sebaiknya perlu dipersiapkan keluarga dan lingkungan dalam menanggapi keadaan darurat:

  • Tahu arah yang dituju ketika terjadi keadaan darurat seperti hal-hal yang disebut di atas
  • Memiliki percencanaan soal transportasi dalam keadaan darurat
  • Punya dana darurat untuk membayar transportasi dan biaya melahirkan
  • Bekerja sama dengan petugas kesehatan yang berwenang dan pemerintah setempat untuk meningkatkan ketersediaan pelayanan kesehatan di masyarakat
  • Jika sang ibu mau melahirkan di rumah, usahakan untuk merencakan menghadirkan bidan atau setidaknya perawat yang sudah terlatih menangani proses kelahiran
  • Jika terjadi kematian atau penyakit yang parah berkaitan dengan kehamilan, cobalah mencari tahu penyebabnya dan menghindari kejadian itu terulang kembali pada kehamilan yang lain

Sumber gambar : online.mufasser.com

Modul Prenatal 5 – 2 : Pengetahuan untuk Ibu hamil & bantuan yang diberikan harus segera diberikan

Apa yang perlu didapat seorang calon ibu ketika sedang pemeriksaan kehamilan

  • Pengetahuan tentang gizi yang tepat
  • Perencanaan keluarga
  • Suplemen zat besi, tablet obat cacing, vaksin tetanus dan tokso.
  • Bagi wanita hamil yang tinggal di daerah endemi malaria, dia perlu diberi obat anti-malaria dan disarankan tidur dengan kelambu.

Seorang wanita hamil bisa mengalami komplikasi tanpa didahului oleh adanya tanda-tanda. Karena itu perlu ada perencanaan transportasi dan klinik kesehatan bila mengalami hal-hal berikut ini:

  • Berat badannya tidak naik (selama kehamilan setidaknya berat badan ibu naik sampai 6 kg)
  • Pucat (anemia), mudah lelah, dan napas terengah-engah
  • Pembengkakan yang tidak biasa pada tangan, kaki, dan wajah
  • Gerakan janin sangat sedikit atau bahkan tidak bergerak sama sekali

Berikan bantuan segera jika seorang wanita hamil mengalami tanda-tanda seperti ini:

  • Flek, bercak darah dari vagina saat hamil, atau mengalami pendarahan yang sangat banyak dan tak kunjung berhenti setelah melahirkan
  • Sakit kepala atau sakit perut parah
  • Rasa mual terus-menerus dan parah
  • Demam tinggi
  • Pecah ketuban sebelum hari perkiraan lahir (HPL)
  • Kejang-kejang
  • Nyeri yang hebat
  • Proses melahirkan yang lama

Sumber gambar : http://www.crececontigo.gob.cl/

Modul Prenatal 5 -1 : Pemeriksaan Kehamilan

Seorang wanita hamil perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin karena bagaimanapun setiap kehamilan itu berisiko. Pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk mendeteksi dan menangani masalah yang tengah dialami sang calon ibu, misalnya anemia dan hipertensi. Di daerah yang banyak kasus HIV, pemeriksaan kesehatan meliputi konseling dan testing. Dulu pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk melihat apakah seorang calon ibu mungkin mengalami komplikasi dan kemungkinan bisa meninggal. Tapi kini pemeriksaan kehamilan diperlukan untuk mendeteksi dan menangani masalah seperti hipertensi yang bisa menimbulkan komplikasi saat hamil dan melahirkan.

Kebanyakan kasus ibu yang meninggal saat melahirkan itu terjadi karena pendarahan hebat, infeksi, hipertensi tinggi, dan persalinan yang terhambat. Komplikasi-komplikasi itu hanya dapat diatasi jika ada fasilitas kesehatan.

Anggota keluarga si ibu hamil perlu dilatih untuk mengenali gejala-gejala yang membahayakan dari komplikasi kehamilan. Mereka perlu tahu ke mana dan bagaimana mencari pertolongan yang tepat. Selain itu, masyarakat juga perlu mendukung serta memiliki persiapan menghadapi keadaan darurat serta tanggap dalam menghadapi komplikasi persalinan. Semua ini meliputi dana darurat, transportasi dalam keadaan darurat, dan mata rantai yang sudah mapan dengan fasilitas kesehatan terdekat.

Sumber gambar : http://medcitynews.com/

Modul Prenatal 4 : Resiko kesehatan bagi Ibu yang terlalu sering hamil & melahirkan

Seorang istri/ibu—dan juga suaminya—perlu benar-benar menyadari bahwa terlalu sering hamil, melahirkan, menyusui, dan merawat anak kecil memberi dampak buruk bagi kesehatannya. Hal-hal tersebut bisa membuat wanita menjadi mudah lelah. Apalagi jika dia hamil lebih dari empat kali dan jarak kehamilannya terlalu dekat. Dia bisa menghadapi risiko kesehatan yang serius seperti misalnya anemia, kekurangan kalsium, dan pendarahan.

Risiko kesehatan lainnya yang bisa dihadapi sang ibu adalah turunnya rahim dan menekan kandung kemih sehingga mengalami masalah ketika buang air kecil. Kejadian seperti ini acapkali menimpa wanita yang sering melahirkan.

Sumber gambar : http://www.crececontigo.gob.cl/

Modul Prenatal 3 : Merencanakan jumlah anak & pengaturan kehamilan

Merencanakan Jumlah Anak

Pasangan suami-istri sebaiknya merencanakan bersama berapa jumlah anak yang mampu mereka asuh dengan baik. Mereka sebaiknya sadar bahwa setelah kehamilan anak keempat, akan meningkatkan tingkat risiko bagi ibu dan bayi.

Jika suami tidak mau tahu soal mengatur jarak kelahiran, istri berhak mendapatkan layanan KB dari petugas kesehatan yang profesional.

Pengaturan Kehamilan

Pasangan suami-istri sebaiknya paham soal metode pengaturan kehamilan secara tradisional dan modern yang aman, terjangkau, nyaman, dan bisa diterima. Dengan demikian mereka bisa merencanakan untuk mulai memiliki anak, berapa banyak, berapa jarak kelahirannya, dan kapan mereka akan berhenti untuk memiliki anak.

Ada berbagai macam alat kontrasepsi. Dari berbagai alat kontrasepsi yang ada, hanya kondom yang bisa mencegah kehamilan serta infeksi yang ditularkan lewat hubungan seks, termasuk HIV.

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama sejak bayi dilahirkan dapat menunda kembalinya kesuburan sang ibu selama kira-kira enam bulan setelah dia melahirkan. Ibu yang memberikan ASI eksklusif kepada anaknya memiliki peluang 98% tidak hamil selama enam bulan dia menyusui. Hal itu berlaku jika selama enam bulan tersebut, dia belum menstruasi kembali, dan bayinya disusui sesuai kebutuhan serta eksklusif—tidak diberi makanan atau minuman lain selain ASI.

Sumber gambar : http://www.crececontigo.gob.cl/

Modul Prenatal 2 : Pentingnya mengatur jarak kelahiran

Demi kesehatan ibu dan anak, pasangan suami-istri sebaiknya mengatur jarak kelahiran anaknya. Setidaknya jarak kelahiran itu dua tahun setelah kelahiran anak yang sebelumnya.

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengatur jarak kelahiran:

  • Seorang wanita yang baru saja keguguran, sebaiknya menunggu sekurang-kurangnya enam bulan sebelum hamil kembali.
  • Perlu waktu sekitar dua tahun bagi tubuh wanita untuk betul-betul pulih dari kehamilan dan melahirkan. Jadi, terlalu besar risikonya jika seorang ibu terlalu sering melahirkan dalam waktu kurang dari dua tahun.
  • Ibu yang terlalu sering hamil dan melahirkan kerap kali tidak punya waktu untuk suami dan dirinya sendiri. Ada banyak hal yang ia kerjakan; mereka selalu kelelahan; tidak punya energi untuk merawat anaknya dengan baik; tidak punya waktu untuk membimbing anaknya belajar; harus menyediakan uang yang cukup banyak untuk memberi makan dan pakaian bagi anak-anaknya. Akibatnya ia tidak punya waktu untuk dirinya sendiri. Ia tidak punya waktu untuk istirahat ataupun mengembangkan diri.
  • Seorang suami/ayah perlu menyadari pentingnya selang waktu dua tahun ini antara kehamilan dan melahirkan bagi istrinya. Mengatur jarak kelahiran juga menguntungkan bagi suami karena dengan begitu dia punya waktu yang cukup untuk bekerja dan mencari nafkah bagi keluarganya. Terlalu banyak anak, apalagi dengan jarak kelahiran yang terlalu dekat menimbulkan beban finansial yang terlalu besar bagi ayah dan ibu.
  • Salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan dan pertumbuhan seorang anak yang usianya kurang dari dua tahun adalah kelahiran adiknya. Mengapa? Karena terlalu singkat waktunya bagi dia untuk mendapatkan ASI dari sang ibu. Ibunya pun akan kekurangan waktu untuk menyiapkan makanan khusus untuk anaknya. Ibu barangkali tidak bisa memberikan perhatian yang dibutuhkan si anak, terutama jika anak itu sakit. Hal ini bisa mengganggu perkembangannya secara fisik dan mental.

Sumber gambar : http://lagenetica.info/